Peneliti Universitas Kuningan Kembangkan Sistem Prediksi Produksi Batik dengan Algoritma Fuzzy Sugeno

Posted on

Loading

Kuningan – Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan berhasil mempublikasikan hasil riset terbaru mereka di International Journal Administration, Business & Organization Vol. 5 No. 2 (2024). Penelitian ini menghadirkan sistem pendukung keputusan berbasis algoritma Fuzzy Sugeno untuk memprediksi jumlah produksi batik agar selaras dengan permintaan pasar.

Produksi batik, sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, kerap menghadapi persoalan ketidaksesuaian antara jumlah produksi dengan permintaan pasar. Hal ini sering menyebabkan kelebihan stok atau justru kekurangan pasokan yang dapat merugikan pengrajin maupun pelaku usaha. Melalui penelitian ini, tim peneliti yang terdiri dari Erlan Darmawan, Nita Mirantika, Fahmi Yusuf, dan Gita Sri Nita merancang model prediktif yang mampu membantu perusahaan menentukan jumlah produksi batik dengan tingkat akurasi mencapai 80%.

“Tujuan utama penelitian ini adalah menghadirkan solusi praktis agar pengusaha batik bisa menyeimbangkan produksi dengan kebutuhan pasar. Dengan begitu, mereka bisa mengurangi kerugian akibat stok menumpuk dan sekaligus meningkatkan keuntungan,” ungkap Erlan Darmawan, penulis korespondensi studi ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor permintaan pasar dan jumlah persediaan menjadi variabel utama yang dianalisis dengan pendekatan fuzzy. Data kemudian diproses untuk menghasilkan keputusan tunggal (crisp decision) mengenai jumlah produksi batik yang ideal.

Dari sisi keilmuan, riset ini memperkaya literatur penerapan logika fuzzy dalam bidang industri kreatif, khususnya batik, yang sebelumnya lebih banyak digunakan di sektor manufaktur modern. Sementara dari sisi kemanfaatan masyarakat, sistem ini dapat diadopsi oleh UMKM batik untuk meningkatkan efisiensi, menjaga keberlanjutan usaha, dan memperkuat daya saing produk batik lokal di pasar nasional maupun global.

“Jika diterapkan secara luas, sistem ini akan sangat membantu UMKM batik dalam merencanakan produksi yang tepat, sehingga batik tidak hanya terjaga kelestariannya tetapi juga lebih kompetitif di pasar,” tambah Fahmi Yusuf, salah satu penulis.

Dengan publikasi di jurnal internasional bereputasi, penelitian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan teknologi tepat guna yang mampu menjawab persoalan riil masyarakat, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.

Artikel ini telha terbit : https://doi.org/10.61242/ijabo.24.410