Belajar di Kampus Online

Penyusunan Desain Penelitian dan Rencana Metode Pengumpulan Data

1. Konsep Desain Penelitian dalam Sistem Informasi

Desain penelitian (research design) adalah rencana kerja ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian.

Desain ini menghubungkan tiga komponen utama penelitian: tujuan, metodologi, dan prosedur pelaksanaan.

Dalam penelitian Sistem Informasi, desain penelitian bukan hanya menjelaskan apa yang akan dilakukan, tetapi juga bagaimana sistem atau model akan diuji dalam konteks pengguna dan organisasi.

Menurut Creswell & Plano Clark (2018), desain penelitian harus menjawab pertanyaan:

“Bagaimana strategi penelitian dan prosedur pengumpulan data disusun agar menghasilkan temuan yang valid, reliabel, dan dapat diaplikasikan pada konteks nyata?”

1.1. Komponen Utama Desain Penelitian

Komponen

Deskripsi

Contoh dalam Penelitian SI

Masalah Penelitian Fenomena yang diamati dan perlu diselesaikan. Mahasiswa enggan menggunakan sistem presensi daring.
Tujuan Penelitian Hasil yang ingin dicapai (menjelaskan, membangun, menguji, atau mengembangkan). Menganalisis faktor penerimaan dan mengembangkan fitur presensi berbasis QR Code.
Pendekatan Penelitian Strategi yang digunakan untuk menjawab masalah: kuantitatif, kualitatif, atau campuran. Mixed method.
Metode Pengumpulan Data Teknik memperoleh data sesuai pendekatan. Survei + Wawancara.
Metode Analisis Data Cara mengolah data untuk menghasilkan kesimpulan. PLS-SEM dan analisis tematik.
Evaluasi Sistem (jika ada) Pengujian efektivitas dan usability sistem. Uji SUS dan ISO 9241-10.

2. Hubungan antara Masalah, Tujuan, dan Desain Penelitian

Hubungan antara masalah, tujuan, dan desain penelitian bersifat konsisten dan hierarkis:

Contoh Hierarki

Masalah: Banyak mahasiswa tidak menggunakan Learning Management System (LMS).

Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi continuance intention terhadap LMS.

Desain: Penelitian kuantitatif eksplanatori berbasis model TAM-ECT dengan analisis PLS-SEM.

Jika masalahnya terkait dengan rendahnya efisiensi sistem, maka desain penelitian dapat diarahkan menjadi penelitian pengembangan sistem (Design Science).

3. Jenis Desain Penelitian Berdasarkan Tujuan dan Pendekatan

Penelitian di bidang Sistem Informasi dapat dikelompokkan menjadi empat tipe desain utama:

Jenis Desain

Tujuan Pendekatan Umum

Contoh Implementasi SI

Desain Eksploratori Mengeksplorasi fenomena baru atau belum banyak dikaji. Kualitatif (studi kasus, wawancara). Menggali pengalaman pengguna telemedicine di desa.
Desain Deskriptif Mendeskripsikan fenomena atau karakteristik tertentu. Kuantitatif (survei). Mendeskripsikan tingkat literasi digital mahasiswa SI.
Desain Eksplanatori Menjelaskan hubungan sebab-akibat antar variabel. Kuantitatif (model TAM, UTAUT, ISSM). Menganalisis pengaruh usability dan trust terhadap continuance intention.
Desain Rekayasa / Design Science Mengembangkan sistem atau artefak baru untuk menyelesaikan masalah. Rekayasa sistem (DSRM, Agile, Design Thinking). Membangun sistem e-learning berbasis rekomendasi AI.

Catatan:

Dalam banyak penelitian Sistem Informasi, dua pendekatan digabungkan:
(1) Empirical research untuk memahami perilaku dan persepsi pengguna, dan

(2) Design science research untuk mengembangkan dan mengevaluasi solusi sistem.

4. Tahapan Penyusunan Desain Penelitian

Tahapan ini menjadi tulang punggung proposal dan laporan penelitian mahasiswa Sistem Informasi.

Tahap

Deskripsi Aktivitas Utama

Contoh Implementasi

1. Identifikasi Masalah Menemukan fenomena dan gap riset dari literatur dan praktik. Observasi pengguna, wawancara awal, analisis kebutuhan sistem. Pengguna kesulitan mengakses telemedicine di area tanpa sinyal kuat.
2. Studi Literatur dan Model Teoretis Menelaah teori yang relevan untuk dijadikan dasar model penelitian. Kajian model TAM, ISSM, TOE, atau HCI. Model TAM-ISSM diintegrasikan untuk analisis usability.
3. Penentuan Pendekatan dan Metode Menentukan jenis pendekatan dan strategi pengumpulan data. Kuantitatif: survei, Kualitatif: wawancara, Mixed: kombinasi. Mixed method: survei faktor + wawancara pengguna.
4. Perancangan Instrumen Penelitian Menyusun kuesioner, panduan wawancara, dan format observasi. Menentukan variabel, indikator, dan skala pengukuran. Kuesioner Likert 1–5 untuk PU, PEOU, TRUST.
5. Teknik Sampling dan Populasi Menentukan siapa yang menjadi responden. Menetapkan ukuran dan teknik pengambilan sampel. Purposive sampling pada 150 mahasiswa pengguna LMS.
6. Pengumpulan Data Melaksanakan survei atau wawancara. Penyebaran Google Form, wawancara daring, observasi sistem. Data dikumpulkan selama 2 minggu.
7. Analisis Data Mengolah data untuk menguji hipotesis atau menemukan tema. Menggunakan SPSS, SmartPLS, atau NVivo. PLS-SEM untuk uji model dan validitas konstruk.
8. Evaluasi dan Validasi Mengukur keandalan dan efektivitas sistem atau hasil penelitian. Uji reliabilitas, validitas, usability test. Uji usability sistem dengan SUS.
9. Pelaporan Hasil Menyusun kesimpulan dan rekomendasi. Menulis laporan ilmiah atau artikel jurnal. Artikel dipublikasikan pada jurnal SINTA 2.

5. Rencana dan Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data harus dipilih sesuai pendekatan penelitian dan jenis variabel yang diteliti.
Berikut klasifikasinya secara rinci:

5.1. Data Kuantitatif

Data berbentuk angka, digunakan untuk mengukur hubungan antar variabel.

Metode umum:

  1. Survei / Kuesioner

“Saya merasa sistem e-learning mudah digunakan.” (1 = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuju)

  1. Eksperimen / Quasi Eksperimen
  1. Analisis Data Sekunder
5.2. Data Kualitatif

Data berbentuk teks, narasi, atau observasi yang menggambarkan makna dan pengalaman pengguna.

Metode umum:

  1. Wawancara Mendalam

“Bagaimana pengalaman Anda saat menggunakan telemedicine untuk konsultasi kesehatan?”

  1. Observasi Langsung
  1. Dokumentasi dan Analisis Konten
5.3. Data Campuran (Mixed Methods)

Pendekatan ini menggabungkan keunggulan data kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan gambaran yang komprehensif dan triangulatif.

Model yang umum digunakan:

Model Mixed Method

Deskripsi

Contoh Implementasi

Sequential Explanatory Pengumpulan data kuantitatif diikuti kualitatif untuk menjelaskan hasil statistik. Survei faktor adopsi → wawancara pengguna yang skor adopsinya rendah.
Concurrent Triangulation Pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. Survei dan observasi penggunaan ERP dilakukan pada waktu yang sama.
Sequential Exploratory Dimulai dengan wawancara (kualitatif) lalu dikonfirmasi dengan survei (kuantitatif). Eksplorasi persepsi → validasi hasil melalui survei besar.

6. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian Sistem Informasi dilakukan sesuai dengan pendekatan dan jenis datanya:

Pendekatan

Jenis Data Teknik Analisis Software yang Digunakan

Output

Kuantitatif Numerik Statistik deskriptif, regresi, SEM, ANOVA, uji-t SPSS, SmartPLS, AMOS Nilai R², signifikansi, model fit
Kualitatif Naratif / teks Coding, analisis tematik, pattern matching NVivo, ATLAS.ti Tema, kategori, model konseptual
Mixed Method Kombinasi Integrasi hasil statistik & tematik Manual triangulasi Kesimpulan komprehensif
Design Science Artefak sistem Uji usability, kinerja sistem, efektivitas solusi SUS, UEQ, ISO 9241-10 Efisiensi, kepuasan, validitas sistem

7. Validasi, Evaluasi, dan Etika Penelitian

Validitas dan etika adalah dua aspek yang menjamin integritas penelitian.

7.1. Validitas dan Reliabilitas
7.2. Etika Penelitian

8. Contoh Rancangan Penelitian Terpadu Bidang Sistem Informasi

Komponen Deskripsi
Judul Pengaruh Usability, Trust, dan Literasi Digital terhadap Niat Penggunaan Sistem Telemedicine di Wilayah Pedesaan
Pendekatan Penelitian Mixed Method (Sequential Explanatory)
Model Teoretis Integrasi TAM dan ISSM
Populasi dan Sampel 150 pengguna sistem telemedicine
Instrumen Kuesioner Likert 1–5, Panduan Wawancara
Analisis Data SmartPLS 4.0 (kuantitatif), NVivo 12 (kualitatif)
Evaluasi Sistem System Usability Scale (SUS)
Hasil yang Diharapkan Model adopsi sistem telemedicine berbasis literasi digital dan usability

Penyusunan desain penelitian dan rencana metode pengumpulan data merupakan langkah kritis dan strategis dalam menghasilkan penelitian Sistem Informasi yang bermakna, valid, dan aplikatif.

Penelitian yang baik dalam SI tidak hanya berfokus pada “angka” atau “kode program”, tetapi juga memahami:

Referensi

Oleh: Fahmi Yusuf, S.Kom., MMSI., Ph.D
Dosen Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Kuningan
 2025

Exit mobile version