![]()
Kuningan – Tim peneliti dari Universitas Kuningan, yang terdiri dari Fahmi Yusuf, Yulyanto, dan Rio Priantama, mengungkap temuan penting terkait faktor keberhasilan adopsi telemedicine di wilayah pedesaan Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan layanan kesehatan digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemudahan penggunaan sistem, literasi digital masyarakat, serta kualitas informasi medis.
Penelitian yang didanai melalui Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemdiktisaintek Tahun 2025 ini telah terbit di jurnal internasional bereputasi Q3, Journal of Applied Data Sciences. Studi dilakukan menggunakan pendekatan mixed-methods, dengan melibatkan 314 responden survei dan 50 wawancara mendalam di wilayah pedesaan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Usability Jadi Faktor Penentu Awal
Menurut Fahmi Yusuf, peneliti utama dari Program Studi Sistem Informasi Universitas Kuningan, faktor usability atau kemudahan antarmuka aplikasi menjadi pintu masuk utama penerimaan telemedicine oleh masyarakat desa.
“Jika aplikasi mudah dipahami dan tidak membingungkan, masyarakat akan merasa lebih nyaman, lalu mulai menyadari manfaatnya dan bersedia menggunakannya secara berkelanjutan,” jelasnya.
Model adopsi utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah:
Usability → Perceived Ease of Use → Perceived Usefulness → Intention to Use → Net Benefit
Informasi Medis Lebih Penting dari Kualitas Teknis
Sementara itu, Yulyanto, peneliti dari bidang Desain Komunikasi Visual, menekankan bahwa kualitas penyampaian informasi medis memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan pengguna.
“Pengguna pedesaan lebih mementingkan kejelasan penjelasan dokter dan relevansi informasi kesehatan dibandingkan aspek teknis seperti kecepatan aplikasi. Selama informasinya jelas dan dapat dipercaya, gangguan teknis kecil masih bisa ditoleransi,” ujarnya.
Literasi Digital Dorong Pemanfaatan Fitur Lanjutan
Penelitian ini juga menemukan bahwa literasi digital berpengaruh signifikan terhadap pemahaman manfaat telemedicine, meskipun tidak selalu membuat aplikasi terasa lebih mudah digunakan. Rio Priantama, anggota tim peneliti, menjelaskan bahwa pengguna dengan literasi digital yang lebih baik cenderung memanfaatkan fitur lanjutan.
“Masyarakat dengan literasi digital tinggi biasanya menggunakan rekam medis digital, resep elektronik, hingga pembayaran online. Sementara pengguna dengan literasi rendah hanya memanfaatkan fitur dasar seperti konsultasi singkat,” jelasnya.
Mahasiswa dan Tenaga Kesehatan Jadi Penggerak
Dari sisi demografi, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan tenaga kesehatan menjadi kelompok early adopters telemedicine. Menariknya, faktor usia dan pengalaman pelatihan formal tidak terbukti signifikan, yang mengindikasikan bahwa aplikasi nasional seperti JKN Mobile telah berhasil menembus batas generasi.
Peran Sosialisasi Komunitas dan Harapan ke Depan
Wawancara mendalam mengungkap bahwa sosialisasi berbasis komunitas, seperti pendampingan oleh mahasiswa, kader kesehatan, dan keluarga, sangat membantu masyarakat desa dalam memahami dan percaya pada layanan telemedicine.
Ke depan, masyarakat berharap adanya pengembangan fitur yang lebih adaptif, seperti antarmuka berbasis suara untuk lansia, integrasi layanan apotek, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk diagnosis awal dan efisiensi layanan.
Rekomendasi untuk Pengembangan Telemedicine
Tim peneliti merekomendasikan agar pengembangan telemedicine di Indonesia:
- Mengutamakan desain antarmuka yang sederhana dan konsisten
- Memperkuat literasi digital berbasis komunitas
- Mematuhi standar internasional seperti ISO 9241-10 (usability) dan ISO 27001 (keamanan data)
- Mengembangkan fitur cerdas yang sesuai kebutuhan masyarakat pedesaan
Secara keseluruhan, penelitian Fahmi Yusuf, Yulyanto, dan Rio Priantama ini menegaskan bahwa transformasi kesehatan digital di pedesaan hanya akan berhasil jika teknologi, kemampuan pengguna, dan dukungan sosial berjalan secara terpadu.
Link Journal: https://bright-journal.org/Journal/index.php/JADS/article/view/1084
