![]()
Kuningan, – Universitas Kuningan (UNIKU) terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat. Terbaru, seorang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Irsyad Ibadurrahman, berhasil menciptakan chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan pelayanan di klinik gigi. Penelitian ini merupakan bagian dari skripsi Irsyad, yang dibimbing oleh dosen Fahmi Yusuf, S.Kom, MMSI, Ph.D dan Heru Budianto, ST. M.Kom. Hasil karyanya ini tidak hanya menjadi solusi praktis bagi klinik gigi, tetapi juga menunjukkan potensi besar penerapan AI dalam sektor kesehatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang sering dihadapi oleh klinik gigi, yaitu keterbatasan sumber daya manusia dalam memberikan layanan konsultasi awal kepada pasien, yang seringkali menyebabkan pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan respon. “Tujuan utama saya adalah untuk menciptakan solusi yang dapat membantu klinik gigi memberikan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan responsif kepada pasien,” ujar Irsyad Ibadurrahman. “Dengan chatbot ini, pasien dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan kapan saja dan di mana saja, tanpa harus menunggu respon dari staf klinik.” Chatbot ini menggunakan model Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT), yang merupakan teknologi AI yang canggih dalam memahami bahasa manusia, sehingga dapat mengenali maksud pertanyaan pasien dan memberikan jawaban yang relevan dan akurat.
Pengembangan chatbot ini memiliki implikasi yang signifikan bagi berbagai pihak. Masyarakat umum, khususnya pasien klinik gigi, akan merasakan manfaatnya melalui akses informasi yang lebih cepat dan mudah, peningkatan kualitas pelayanan konsultasi awal, pengalaman digital yang responsif dan modern, serta peningkatan kepercayaan terhadap layanan klinik. Klinik gigi juga akan diuntungkan dengan berkurangnya beban kerja staf dalam memberikan layanan konsultasi awal, peningkatan efisiensi operasional, kemampuan menjangkau lebih banyak pasien melalui layanan online, serta peningkatan citra klinik sebagai penyedia layanan kesehatan yang inovatif. Bagi masyarakat akademik, penelitian ini menjadi contoh sukses penerapan AI dalam sektor kesehatan, memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk menghasilkan karya yang inovatif dan bermanfaat, mendorong penelitian lebih lanjut tentang pengembangan aplikasi AI dalam berbagai bidang, serta meningkatkan reputasi UNIKU sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Irsyad,” ujar Fahmi Yusuf. “Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UNIKU mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.” Diharapkan, chatbot ini dapat segera diimplementasikan di berbagai klinik gigi dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan. UNIKU akan terus mendukung pengembangan penelitian-penelitian yang inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat.
Artikel ini dapat di lihat pada: https://doi.org/10.36341/rabit.v10i2.6061