![]()
Kuningan – Tim dosen Universitas Kuningan (UNIKU) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didukung pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek RI Tahun 2025. Fokus kegiatan ini adalah penerapan teknologi Bioflok 4.0 berbasis Internet of Things (IoT) serta pelatihan pemanfaatan limbah bioflok menjadi pupuk cair organik di Desa Geresik, Kecamatan Ciawi Gebang, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan yang berlangsung sejak bulan Juni hingga Desember 2025 ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa UNIKU. Adapun anggota tim terdiri dari dosen: Iwan Lesmana, M.Kom (ketua), Heri Herwanto, dan Jerry Dounald Rahajaan; serta mahasiswa: Ade Wahyu Warpudin, Iksandra Faika Jayang, Haikal Jibran Al-Ghiffarry, dan Muhammad Haqil Abdillah.
Menurut Ketua Tim PKM, Iwan Lesmana, M.Kom, inovasi Bioflok 4.0 menjadi solusi cerdas untuk menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan di bidang budidaya ikan. Dengan dukungan teknologi IoT, para peserta dilatih memantau kondisi kolam bioflok secara real time — meliputi suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut — menggunakan sensor dan aplikasi pada ponsel pintar. “Sistem pemantauan ini memastikan kualitas air tetap optimal sehingga membantu peningkatan produktivitas ikan,” ujarnya.
Selain teknologi pemantauan air, tim juga memberikan pelatihan pengolahan limbah bioflok menjadi pupuk cair organik. Limbah yang sebelumnya terbuang diolah dengan campuran EM4 dan molase, kemudian difermentasi selama 14 hari. Pupuk hasil olahan ini ramah lingkungan, bernilai ekonomis, dan mendukung ketahanan pangan melalui pertanian berkelanjutan.
Sebanyak 30 anggota Karang Taruna Desa Geresik mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Kepala Desa Geresik menyampaikan apresiasi atas upaya UNIKU dalam meningkatkan keterampilan masyarakat desa sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis inovasi teknologi dan pengelolaan limbah.
Mengusung tema “Karang Taruna Tangguh: Transformasi Pemuda Desa melalui Bioflok 4.0, Pupuk dari Limbah, dan Olahan Lele Kreatif”, kegiatan PKM UNIKU ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal melalui integrasi teknologi digital serta pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Ke depan, model penerapan Bioflok 4.0 dan pengolahan limbah organik ini diharapkan menjadi acuan pemberdayaan masyarakat di desa-desa lainnya.