Pengertian Metodologi Penelitian Sistem Informasi
Metodologi penelitian adalah pendekatan sistematis dan terstruktur yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam konteks Sistem Informasi (SI), metodologi tidak hanya mengatur bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis, tetapi juga bagaimana sistem, model, atau artefak teknologi dikembangkan dan diuji untuk memberikan solusi terhadap masalah nyata.
Menurut Creswell (2018), metodologi menjelaskan “the philosophical foundation, research strategy, and specific methods used in a study.” Artinya, metodologi mencakup tiga lapisan utama:
- Paradigma atau filosofi penelitian — cara pandang peneliti terhadap realitas dan pengetahuan (positivisme, interpretivisme, pragmatisme).
- Strategi atau pendekatan penelitian — kuantitatif, kualitatif, atau mixed method.
- Metode dan prosedur teknis — cara mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data.
Dalam penelitian Sistem Informasi, metodologi yang baik harus menjembatani antara teori dan praktik, yaitu menghubungkan model konseptual dengan implementasi nyata pada sistem berbasis teknologi.
Komponen Utama dalam Metodologi Penelitian Sistem Informasi
Setiap metodologi penelitian di bidang SI umumnya mencakup beberapa komponen berikut:
Komponen | Deskripsi | Contoh dalam Penelitian SI |
1. Tujuan Penelitian | Menentukan apakah penelitian bersifat eksploratif, deskriptif, eksplanatori, atau rekayasa sistem. | Mengembangkan aplikasi rekomendasi wisata berbasis AI untuk desa digital. |
2. Pendekatan Penelitian | Menentukan paradigma penelitian: kuantitatif, kualitatif, atau campuran. | Mixed method: survei kuantitatif dan wawancara kualitatif. |
3. Jenis Data dan Sumber Data | Menentukan apakah data bersifat primer (dari responden) atau sekunder (dari sistem/log). | Data log penggunaan e-learning + wawancara pengguna. |
4. Teknik Pengumpulan Data | Menjelaskan instrumen yang digunakan: kuesioner, wawancara, observasi, dokumen. | Kuesioner berbasis skala Likert 1–5 untuk variabel PU, PEOU, SAT. |
5. Teknik Analisis Data | Metode statistik atau tematik yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. | PLS-SEM untuk analisis hubungan antar variabel; coding untuk wawancara. |
6. Validitas dan Reliabilitas | Langkah-langkah untuk memastikan keakuratan dan konsistensi hasil. | Uji Cronbach Alpha, Composite Reliability, dan triangulasi data. |
Klasifikasi Utama Metodologi dalam Sistem Informasi
Bidang Sistem Informasi memiliki dua kelompok metodologi besar:
a. Metodologi Penelitian Empiris
Metodologi empiris digunakan untuk mengamati dan menjelaskan fenomena nyata yang berkaitan dengan manusia, organisasi, dan teknologi.
Ciri-cirinya:
- Fokus pada pengujian teori atau model konseptual.
- Data dikumpulkan melalui observasi, survei, atau wawancara.
- Tujuan utamanya adalah mengetahui hubungan antar variabel.
Contoh:
- Menguji pengaruh usability terhadap user satisfaction menggunakan model ISSM (DeLone & McLean, 2003).
- Mengidentifikasi faktor adopsi sistem telemedicine menggunakan model TAM (Davis, 1989).
Pendekatan empiris cocok digunakan untuk penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mixed method.
b. Metodologi Penelitian Perancangan (Design Science Research Methodology / DSRM)
Berbeda dengan penelitian empiris, metodologi ini berfokus pada penciptaan dan evaluasi artefak teknologi seperti sistem, model, metode, atau prototipe.
Menurut Hevner et al. (2004), penelitian berbasis Design Science bertujuan untuk menghasilkan solusi inovatif terhadap masalah yang kompleks melalui pendekatan ilmiah.
Prinsip utamanya: Build and Evaluate.
Artinya, peneliti harus membangun artefak (sistem) dan mengujinya secara empiris.
Langkah-Langkah Umum dalam Metodologi Penelitian Sistem Informasi
Metodologi penelitian Sistem Informasi dapat digambarkan dalam siklus spiral sebagai berikut (deskripsi diagram):
Mulai dari identifikasi masalah, lalu ke pengembangan model atau teori, desain sistem, pengumpulan data, analisis hasil, dan kembali ke refinement (penyempurnaan model).
Tahapan ini membentuk siklus iteratif yang menghubungkan penelitian teoretis dan pengembangan sistem nyata.
Tahap | Tujuan | Contoh Implementasi |
1. Identifikasi Masalah dan Tujuan | Menemukan masalah nyata pada konteks pengguna atau organisasi. | Rendahnya efisiensi proses absensi di kampus. |
2. Kajian Literatur dan Model Teori | Menentukan dasar konseptual untuk rancangan penelitian. | TAM digunakan untuk menjelaskan niat penggunaan sistem baru. |
3. Perancangan dan Pengembangan Sistem | Merancang sistem atau artefak berbasis teori yang diuji. | Membuat aplikasi absensi berbasis QR-Code. |
4. Evaluasi dan Validasi | Menguji performa, usability, dan penerimaan sistem oleh pengguna. | Evaluasi menggunakan kuesioner SUS (System Usability Scale). |
5. Refleksi dan Dokumentasi | Menyimpulkan hasil, keterbatasan, dan saran pengembangan. | Menulis laporan penelitian dan publikasi ilmiah. |
Metode Perancangan Sistem dalam Penelitian SI
Metode perancangan sistem adalah bagian tak terpisahkan dari penelitian di bidang Sistem Informasi, terutama yang bersifat rekayasa (engineering-based research).
Tujuannya adalah untuk merancang, membangun, dan menguji sistem informasi berdasarkan kebutuhan pengguna dan hasil analisis masalah.
a. Tujuan dan Prinsip
- Menghasilkan solusi teknologi berbasis kebutuhan pengguna.
- Menjamin bahwa sistem yang dirancang memenuhi kriteria efektivitas, efisiensi, dan usability.
- Menggunakan pendekatan sistematis agar hasil dapat diuji dan direplikasi.
b. Model dan Pendekatan Umum dalam Metode Perancangan Sistem
Metode | Karakteristik | Kelebihan | Cocok Untuk |
Waterfall / SDLC (System Development Life Cycle) | Pendekatan berurutan: analisis, desain, implementasi, pengujian, pemeliharaan. | Struktur jelas dan terdokumentasi. | Proyek besar dan stabil. |
Prototyping | Pengembangan cepat dan iteratif berdasarkan umpan balik pengguna. | Fleksibel dan partisipatif. | Penelitian usability dan user experience. |
Agile / Scrum | Pengembangan sistem secara inkremental dengan sprint pendek dan feedback rutin. | Adaptif terhadap perubahan kebutuhan. | Sistem berbasis web/mobile dinamis. |
RAD (Rapid Application Development) | Fokus pada kecepatan pengembangan dengan kolaborasi pengguna. | Waktu pengembangan singkat. | Proyek kecil-menengah dengan keterlibatan user tinggi. |
Design Thinking | Pendekatan berorientasi manusia (human-centered), terdiri dari 5 tahap: empathize, define, ideate, prototype, test. | Kreatif dan empatik terhadap pengguna. | Inovasi digital dan start-up system. |
c. Integrasi antara Metodologi Penelitian dan Metode Perancangan Sistem
Dalam penelitian SI, sering kali kedua pendekatan ini berjalan beriringan, yaitu:
Metodologi penelitian digunakan untuk merancang pendekatan ilmiah (bagaimana penelitian dilakukan),
sedangkan metode perancangan sistem digunakan untuk merancang dan mengevaluasi sistem yang dikembangkan.
Contoh integrasi:
Tahap Penelitian | Pendekatan | Kegiatan | Alat / Metode |
Desain Penelitian | Metodologi Kuantitatif | Menyusun model TAM dan hipotesis | SmartPLS |
Pengumpulan Data | Metode Kualitatif | Wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem | Semi-structured interview |
Pengembangan Sistem | Metode Perancangan | Membangun sistem berdasarkan hasil analisis | Prototyping & Design Thinking |
Evaluasi | Design Science | Uji usability & evaluasi user satisfaction | SUS, ISO 9241-10 |
Contoh Aplikasi Nyata dalam Penelitian Sistem Informasi
Judul Penelitian: “Pengembangan Aplikasi Telemedicine untuk Daerah Pedesaan dengan Pendekatan Design Science Research.”
Metodologi Penelitian: Design Science Research Methodology (DSRM) dengan tahapan:
- Problem Identification — rendahnya akses layanan medis di desa.
- Objectives Definition — merancang aplikasi telemedicine berbasis AI.
- Design & Development — merancang UI/UX menggunakan metode Design Thinking.
- Demonstration — implementasi sistem kepada tenaga medis lokal.
- Evaluation — uji usability dan tingkat kepuasan pengguna.
- Communication — laporan hasil pengujian dan publikasi ilmiah.
Hasil:
Aplikasi meningkatkan efisiensi konsultasi medis sebesar 35% dan menurunkan waktu respons tenaga kesehatan sebesar 40%.
Langkah/Tahapan Penelitian
Penjelasan Tahapan
No | Tahapan | Fokus Aktivitas | Contoh Implementasi dalam SI |
1 | Identifikasi Masalah | Mengamati masalah nyata dalam penggunaan teknologi. | Pengguna telemedicine enggan konsultasi daring. |
2 | Studi Literatur & Model Teori | Menelaah teori relevan dan menentukan variabel utama. | Menggunakan model TAM dan ISSM. |
3 | Penentuan Metodologi | Menetapkan pendekatan penelitian dan metode analisis. | Mixed Method + PLS-SEM. |
4 | Desain Penelitian / Sistem | Menyusun model konseptual dan rancangan sistem. | Menggambar model hubungan antar variabel + desain UI. |
5 | Pengumpulan Data | Melakukan survei, wawancara, atau uji sistem. | Menyebarkan kuesioner + uji usability. |
6 | Analisis & Evaluasi | Menguji hipotesis dan mengevaluasi artefak sistem. | Analisis SmartPLS + SUS (System Usability Scale). |
7 | Kesimpulan & Publikasi | Menyimpulkan hasil dan menulis laporan ilmiah. | Artikel jurnal atau laporan proyek akhir. |
- Keterpaduan Pendekatan
Diagram di atas menunjukkan bahwa penelitian SI bersifat integratif — menggabungkan:
- Pendekatan empiris (quantitative/qualitative) untuk memahami fenomena manusia dan organisasi,
- Pendekatan rekayasa (design science) untuk membangun dan menguji solusi berbasis teknologi.
Dengan demikian, mahasiswa SI dapat meneliti sekaligus berinovasi — bukan hanya “mengukur”, tetapi juga “mencipta”.
- Tabel Operasional Metodologi Penelitian Sistem Informasi
Tabel berikut berfungsi sebagai template operasional bagi mahasiswa dalam merancang metodologi penelitian mereka — bisa disertakan di bab 3 proposal atau laporan penelitian.
Tabel: Contoh Operasionalisasi Metodologi Penelitian Sistem Informasi
Komponen | Deskripsi | Implementasi pada Penelitian Sistem Informasi |
Jenis Penelitian | Berdasarkan tujuan dan pendekatan. | Penelitian pengembangan sistem (Design Science Research) yang menghasilkan artefak berupa aplikasi telemedicine berbasis AI. |
Pendekatan Penelitian | Menentukan cara pandang terhadap data dan analisis. | Mixed Method (sekuensial) – kuantitatif (survei faktor adopsi), diikuti kualitatif (wawancara pengguna). |
Paradigma Penelitian | Landasan filosofis penelitian. | Pragmatism – menggabungkan metode untuk solusi praktis dan ilmiah. |
Populasi dan Sampel | Sasaran penelitian dan ukuran sampel. | Masyarakat pedesaan pengguna aplikasi telemedicine (n = 150). |
Instrumen Penelitian | Alat untuk mengumpulkan data. | Kuesioner Likert 1–5 untuk variabel PU, PEOU, TRUST, dan BI. Panduan wawancara untuk menggali hambatan literasi digital. |
Metode Perancangan Sistem | Pendekatan teknis dalam membangun sistem. | Design Thinking dengan tahap Empathize – Define – Ideate – Prototype – Test. |
Tahapan Pengembangan Sistem | Siklus teknis pembangunan artefak. | Analisis kebutuhan → Desain sistem → Implementasi → Uji usability → Evaluasi hasil. |
Metode Analisis Data | Teknik mengolah data agar menghasilkan kesimpulan. | Data kuantitatif dianalisis dengan SmartPLS (uji model struktural); data kualitatif dianalisis dengan thematic coding menggunakan NVivo. |
Evaluasi dan Validasi | Mengukur keandalan hasil penelitian. | Uji reliabilitas (Cronbach Alpha > 0,7), uji validitas konvergen, triangulasi hasil wawancara, dan uji usability ISO 9241-10. |
Hasil yang Diharapkan | Output nyata dari penelitian. | Aplikasi telemedicine yang valid, usable, dan meningkatkan adopsi layanan kesehatan digital di pedesaan. |
- Contoh Integrasi Empiris dan Perancangan dalam Riset SI
Aspek | Pendekatan Empiris | Pendekatan Perancangan |
Tujuan | Menjelaskan hubungan antar variabel (teoretis). | Menghasilkan solusi atau sistem baru (praktis). |
Objek | Pengguna, organisasi, perilaku teknologi. | Sistem, aplikasi, model, atau metode. |
Metode | Survei, wawancara, observasi. | Design Thinking, SDLC, Prototyping, Agile. |
Analisis | Statistik, PLS-SEM, Analisis tematik. | Pengujian sistem, evaluasi usability. |
Hasil | Model konseptual, hubungan antar variabel. | Artefak (aplikasi, sistem, framework). |
Contoh Penelitian | “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Niat Penggunaan e-Learning” | “Pengembangan Sistem e-Learning Adaptif Menggunakan AI.” |
- Tips Akademik untuk Mahasiswa Sistem Informasi
- Mulai dari masalah nyata — amati fenomena di kampus, masyarakat, atau organisasi.
- Gunakan teori sebagai landasan, bukan sekadar hiasan; misalnya, TAM, UTAUT, ISSM, TOE, atau DSR.
- Selalu jelaskan hubungan antar tahap metodologi, bukan hanya daftar langkah.
- Gunakan software pendukung:
- Statistik: SPSS, SmartPLS, AMOS.
- Kualitatif: NVivo, ATLAS.ti.
- Desain sistem: Figma, Lucidchart, Visual Paradigm.
- Sertakan elemen evaluasi sistem seperti System Usability Scale (SUS), ISO 9241-10, atau User Experience Questionnaire (UEQ) untuk memperkuat nilai ilmiah.
Metodologi penelitian dalam Sistem Informasi memiliki keunikan dibanding bidang lain karena memadukan pendekatan sosial dan teknis.
Referensi
- Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design Science in Information Systems Research. MIS Quarterly, 28(1), 75–105.
- Gregor, S., & Hevner, A. (2013). Positioning and Presenting Design Science Research for Maximum Impact. MIS Quarterly, 37(2), 337–356.
- Sekaran, U., & Bougie, R. (2019). Research Methods for Business. Wiley.
- Indrawati. (2018). Metode Penelitian Manajemen dan Bisnis Konvergensi TIK. Refika Aditama.
- Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
- Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design Science in Information Systems Research. MIS Quarterly, 28(1), 75–105.
- Gregor, S., & Hevner, A. (2013). Positioning and Presenting Design Science Research for Maximum Impact. MIS Quarterly, 37(2), 337–356.
- Baskerville, R. (2008). What Design Science Is and Isn’t. European Journal of Information Systems, 17(5), 439–445.
- Sommerville, I. (2016). Software Engineering (10th ed.). Pearson.
- Creswell, J. W. (2018). Research Design. SAGE Publications.
Oleh: Fahmi Yusuf, S.Kom., MMSI., Ph.D
Dosen Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Kuningan
