Kuningan – Media sosial bukan hanya tempat berbagi cerita dan hiburan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa platform ini juga punya peran besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam model pembelajaran campuran atau blended learning.
Penelitian yang dilakukan oleh dosen Universitas Kuningan, Fahmi Yusuf, bersama dua rekannya dari Malaysia dan Jakarta, menemukan bahwa keberhasilan penggunaan media sosial dalam pembelajaran sangat ditentukan oleh kesiapan mahasiswa. Bukan sekadar soal punya ponsel pintar atau akses internet, tetapi juga kemampuan mereka memahami informasi serta rasa percaya terhadap sumber yang digunakan.
“Mahasiswa yang melek informasi dan punya rasa percaya diri lebih mudah menerima media sosial sebagai bagian dari proses belajar,” kata Fahmi Yusuf, penulis utama penelitian ini.
Studi yang dipublikasikan di Journal of Applied Data Sciences itu melibatkan ratusan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jawa Barat. Hasilnya, faktor seperti literasi informasi, sikap optimis, inovasi, serta kepercayaan terhadap kebenaran informasi terbukti berperan penting. Sementara itu, rasa tidak nyaman atau keraguan terhadap teknologi ternyata tidak banyak memengaruhi sikap mahasiswa.
Temuan ini memberi angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dengan pengguna media sosial yang mencapai 192 juta orang, hasil riset ini bisa menjadi pedoman bagi kampus maupun pendidik dalam memanfaatkan platform digital sebagai ruang belajar interaktif.
Bagi masyarakat luas, penelitian ini menegaskan bahwa media sosial tidak melulu soal hiburan. Jika dimanfaatkan dengan tepat, platform seperti WhatsApp, Instagram, atau bahkan YouTube bisa menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, berdiskusi, hingga belajar secara mandiri.
“Dengan strategi yang tepat, media sosial dapat membantu mahasiswa lebih aktif, mandiri, dan terlibat dalam proses belajar,” tambah Fahmi.
Penelitian ini diharapkan bisa mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat literasi digital mahasiswa dan membangun ekosistem pembelajaran yang lebih modern, tanpa meninggalkan nilai akademik yang kuat.
Artikel sudah terbit di https://bright-journal.org/Journal/index.php/JADS/article/view/195
