Peneliti Uniku Ungkap Faktor Penentu Adopsi Aplikasi Akuntansi UMKM

Posted on

Kuningan – Di tengah meningkatnya jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kuningan, masih banyak pelaku usaha yang enggan beralih dari pencatatan manual ke aplikasi akuntansi digital. Menjawab fenomena tersebut, tim peneliti dari Universitas Kuningan melakukan studi untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi adopsi aplikasi akuntansi di kalangan pelaku UMKM.

Penelitian yang dipublikasikan di Indonesian Journal of Business and Economics Vol. 7 No. 2 (2024) ini melibatkan 100 responden UMKM dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) serta konsep CIA Security Information. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor kemudahan kinerja (performance expectancy), ketersediaan sistem (perceived availability), dan keamanan data (perceived confidentiality) berpengaruh signifikan terhadap niat pelaku UMKM untuk menggunakan aplikasi akuntansi.

“Ketika pelaku UMKM merasakan manfaat nyata, seperti efisiensi kerja dan keamanan data keuangan, mereka cenderung berkomitmen untuk terus menggunakan aplikasi akuntansi,” ungkap Siti Nuke Nurfatimah, ketua tim peneliti.

Bagi dunia akademik, riset ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teori adopsi teknologi, khususnya dalam konteks digitalisasi keuangan UMKM. Hasilnya memperkuat kajian sebelumnya sekaligus membuka ruang penelitian lanjutan terkait integrasi teknologi akuntansi dengan aspek keamanan digital.

Sementara itu, manfaat bagi masyarakat tidak kalah penting. Penerapan aplikasi akuntansi memungkinkan UMKM menyusun laporan keuangan yang lebih rapi, transparan, dan sesuai standar. Dengan pencatatan keuangan yang baik, pelaku usaha dapat lebih mudah mengakses modal, meningkatkan kepercayaan mitra, serta memperkuat daya saing di pasar.

“Peran pemerintah daerah juga sangat krusial untuk mendorong UMKM beralih ke pencatatan digital, karena pada akhirnya hal ini berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah,” tambah Fahmi Yusuf, salah satu anggota tim.

Penelitian ini menegaskan bahwa adopsi teknologi keuangan bukan hanya soal inovasi bisnis, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Artikel ini telah terbit di https://doi.org/10.25134/ijbe.v7i2.11186