Aplikasi Digital Bantu Pantau Gizi Balita, Tekan Risiko Stunting di Pedesaan

Posted on

Kuningan – Upaya menekan angka stunting di pedesaan kini mendapat angin segar dari dunia akademik. Tim peneliti dari Universitas Kuningan berhasil mengevaluasi kinerja aplikasi e-PPGBM, sebuah sistem rekam medis elektronik (RME) yang digunakan di Puskesmas untuk memantau status gizi balita.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Engineering Science and Technology ini menegaskan bahwa e-PPGBM mampu membantu tenaga kesehatan dalam mendeteksi risiko stunting lebih cepat dan akurat, meski masih ada tantangan soal infrastruktur dan pelatihan.

“Data gizi balita yang tersimpan secara digital membuat proses pemantauan lebih terstruktur dan mudah diakses. Ini penting sekali bagi daerah pedesaan yang sering terkendala keterbatasan tenaga maupun sarana,” jelas Dadan Nugraha, peneliti utama.

Dari Akademik untuk Masyarakat

Secara keilmuan, studi ini menggunakan standar internasional ISO 25010 untuk menilai kualitas perangkat lunak, meliputi fungsi, keamanan, keandalan, hingga kemudahan penggunaan. Hasilnya, aplikasi e-PPGBM dinilai berkinerja baik dalam memantau perkembangan gizi anak di wilayah pedesaan, khususnya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Namun, para peneliti juga menemukan bahwa aspek usability (kemudahan penggunaan) dan efisiensi kinerja masih perlu ditingkatkan. Misalnya, dengan menambahkan fitur analitik prediktif yang dapat membantu memetakan risiko stunting berdasarkan data dari posyandu.

Manfaat Nyata bagi Keluarga dan Tenaga Kesehatan

Bagi masyarakat, temuan ini menunjukkan bahwa teknologi digital bisa menjadi solusi nyata dalam masalah gizi. Dengan pencatatan digital, orang tua dapat memperoleh laporan perkembangan anak lebih cepat, sementara tenaga kesehatan dapat melakukan tindak lanjut lebih terarah.

“Harapannya, penelitian ini mendorong pengembangan aplikasi yang lebih ramah pengguna dan terintegrasi dengan layanan posyandu. Dengan begitu, pencegahan stunting bisa dilakukan sejak dini,” tambah tim peneliti.

Di tengah angka stunting nasional yang masih menjadi perhatian, pemanfaatan teknologi seperti e-PPGBM bisa menjadi terobosan penting. Penelitian ini sekaligus menunjukkan bagaimana riset perguruan tinggi dapat memberi dampak langsung, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi kesehatan masyarakat pedesaan.

Artikel ini telah terbit di https://jestec.taylors.edu.my/Special%20Issue%20ICAST2024/ICAST_05.pdf